Penelitian ini bertujuan menganalisis sikap dan peran orang tua Muslim terhadap keterlibatan anak dalam komunitas penggemar K-POP EXO-L Solo Raya berdasarkan teori ketahanan keluarga dan Pasal 77 ayat (3) KHI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-empiris dengan teknik snowball sampling, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap tujuh informan (lima penggemar dan dua orang tua). Analisis data dilakukan dengan teknik interaktif Miles dan Huberman melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam komunitas penggemar dapat diterima selama disertai komunikasi terbuka, pengawasan fleksibel, dan pembinaan nilai agama. Orang tua berperan sebagai pengawas, pendidik, dan penyeimbang antara kebebasan anak dan kewajiban keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya populer modern seperti K-POP tidak selalu bertentangan dengan nilai keluarga Muslim, selama dihadapi dengan pola asuh yang bijak dan adaptif.
Copyrights © 2025