Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan Al-Syarqawi bahwa teori-teori behavioristik klasik seperti Pavlov, Thorndike, dan Skinner belum sepenuhnya mampu menjelaskan kompleksitas perilaku manusia, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep belajar dan perilaku menurut Al-Syarqawi serta relevansinya dengan teori behavioris modern dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah ini merupakan penelitian kualitatif jenis kepustakaan (library research). dengan mengkaji karya-karya Al-Syarqawi dan teori-teori behavioristik klasik maupun modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Syarqawi mengakui pentingnya faktor eksternal seperti penguatan dan pembiasaan, namun menekankan bahwa perilaku belajar juga dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi, kognisi, dan spiritualitas. Dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, konsep ini diterapkan melalui praktik yang berulang-ulang, pembiasaan beribadah, dan penguatan perilaku keagamaan secara terus-menerus. Konsep ini memiliki kelebihan karena berpusat pada siswa, menekankan integrasi pengetahuan dan praktik, serta membentuk kebiasaan beragama yang konsisten. Namun, kelemahannya terletak pada prosesnya yang memakan waktu, sulit diterapkan di kelas besar, dan berpotensi monoton jika guru kurang kreatif. Dengan demikian, konsep behavioristik Al-Syarqawi merupakan bentuk pembaruan dari teori behavioristik klasik karena mengintegrasikan aspek spiritual, moral, dan agama dalam proses pembentukan perilaku, sehingga menghasilkan model behavioristik Islam yang lebih holistik dan kontekstual.
Copyrights © 2025