Kemerosotan moral di kalangan peserta didik menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) belum sepenuhnya mampu menyentuh dimensi batin dan kesadaran spiritual siswa. Kondisi ini menegaskan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam membentuk perilaku religius, tidak hanya melalui aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah karya utama Dr. Anwar Muhammad Al-Syarqawi, Al-Ta’allum; al-Nadhariyat wa al Tathbiqiyyah; al-Nadhariyat, serta literatur ilmiah pendukung lainnya. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis menggunakan perspektif pedagogi islam untuk memahami makna transformasi perilaku dalam konteks pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi perilaku Al-Syarqawi tidak terbatas pada perubahan lahiriah, melainkan pada proses penyucian jiwa (tazkiyatun al-nafs) yang menumbuhkan kesadaran iman. Reinforcement dipahami sebagai penguatan spiritual yang menggerakkan motivasi batin, sedangkan imitasi berfungsi sebagai media internalisasi nilai melalui keteladanan guru. Integrasi antara reinforcement dan imitasi membentuk model pembelajaran PAI yang seimbang antara dimensi kognitif, afektif dan spiritual. Pendekatan ini menempatkan guru sebagai murabbi yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing hati peserta didik menuju perilaku yang berakar pada kesucian jiwa dan nilai-nilai ilahiah.
Copyrights © 2025