Stunting masih menjadi tantangan nasional akibat kurangnya pemantauan pertumbuhan balita yang akurat di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Aplikasi SIPERBA (Sistem Informasi Perkembangan Balita) dalam pengawasan pertumbuhan balita untuk mendukung pencegahan stunting di Desa Watukalangkari, Kabupaten Bombana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 45 responden yang terdiri atas kader posyandu, petugas kesehatan, dan orang tua balita pengguna aplikasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta telaah laporan posyandu dan rekap aplikasi, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa SIPERBA meningkatkan efisiensi pencatatan, akurasi data, dan kemampuan deteksi dini balita berisiko stunting melalui sistem peringatan otomatis. Kendala seperti keterbatasan jaringan dan kemampuan teknis kader dapat diatasi dengan pelatihan dan dukungan infrastruktur digital desa. Digitalisasi melalui SIPERBA terbukti efektif mendukung percepatan penurunan stunting di tingkat desa.
Copyrights © 2025