Intervensi orang tua dalam pola asuh cucu merupakan fenomena yang lazim pada keluarga multigenerasi, khususnya dalam masyarakat yang masih kuat memegang nilai budaya kolektivistik. Intervensi tersebut kerap dipahami sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral antar generasi, namun dalam praktiknya juga berpotensi menimbulkan konflik rumah tangga, mengurangi otonomi pasangan suami istri, serta memengaruhi perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, dampak, dan kesesuaian intervensi orang tua dalam pola asuh cucu pada keluarga multigenerasi dengan menggunakan pendekatan maslahah mursalah yang diperkuat oleh kerangka maqāṣid syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tujuh pasangan suami istri yang tinggal bersama orang tua di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, serta observasi nonpartisipatif. Data dianalisis secara tematik dengan menguji setiap bentuk intervensi berdasarkan syarat maslahah mursalah dan tingkat urgensinya dalam maqāṣid syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi orang tua muncul dalam berbagai bentuk, seperti pengambilan alih keputusan pengasuhan, tekanan nilai dan norma, pembatasan ruang perkembangan anak, serta intervensi mediatif. Intervensi tersebut memiliki dampak positif dan negatif. Sebagian besar intervensi tidak memenuhi kriteria maslahah mursalah karena manfaatnya tidak nyata dan berpotensi menimbulkan mudarat, sedangkan intervensi yang bersifat mediatif dinilai paling sesuai dengan prinsip kemaslahatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi yang proporsional, komunikatif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak serta keharmonisan keluarga.
Copyrights © 2026