Jurnal Keilmuan dan Keislaman
Vol. 5, No. 1, Maret 2026

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Sabut Kelapa (Cocos nucifera L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923

Ema Cristiane Ika Dapa Taka Cristiane (Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana)
Insani Fitrahuil Jannah (Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana)
Syahrir Syahrir (Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana)
Regina Marvina Hutasoit (Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana)



Article Info

Publish Date
04 Feb 2026

Abstract

Infeksi bakteri Staphylococcus aureus masih menjadi masalah kesehatan global, terutama dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif dari bahan alam. Sabut kelapa (Cocos nucifera L.) diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol sabut kelapa terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan metode difusi cakram Kirby–Bauer pada media Mueller Hinton Agar. Ekstrak etanol sabut kelapa diuji pada tujuh konsentrasi bertingkat (100%; 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125%; dan 1,56%) dengan amoksisilin sebagai kontrol positif dan akuades steril sebagai kontrol negatif. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat (mm) yang terbentuk setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37°C. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene test, dan Welch ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak menghasilkan zona hambat terhadap Staphylococcus aureus. Aktivitas tertinggi diperoleh pada konsentrasi 100% dengan rata-rata diameter zona hambat 23,43 mm (kategori sangat kuat), sedangkan konsentrasi lainnya berada dalam kategori kuat. Kontrol positif menunjukkan zona hambat lebih besar (36,25 mm), sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan hambatan. Peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan daya hambat, menunjukkan hubungan konsentrasi–respon yang konsisten. Aktivitas antibakteri ini diduga berkaitan dengan kandungan flavonoid, tanin, fenol, terpenoid, dan alkaloid yang bekerja melalui berbagai mekanisme kerusakan sel bakteri. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol sabut kelapa memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap Staphylococcus aureus dan berpeluang dikembangkan lebih lanjut melalui pengujian lanjutan seperti penentuan MIC, MBC, serta uji toksisitas.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkk

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian, artikel tinjauan (review), laporan kasus, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ruang lingkup jurnal ini berfokus pada topik Keilmuan dan Keislaman, namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: ...