Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tarekat Naqsabandiyah dalam pembentukan identitas sosial anggotanya melalui kacamata antropologi agama. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan sumber-sumber relevan dari database nasional dan internasional terkait praktik ritual dan konsep identitas sosial. Temuan menunjukkan bahwa ritual kolektif seperti dzikir berjamaah dan suluk berfungsi sebagai fase liminal yang menciptakan communitas, di mana anggota melepaskan atribut sosial lama dan mengadopsi identitas kolektif yang baru. Peran mursyid sangat sentral sebagai pemimpin spiritual sekaligus penghubung sosial yang memperkuat solidaritas internal. Selain itu, penelitian menemukan bahwa Tarekat Naqsabandiyah di Indonesia menunjukkan strategi adaptasi yang dinamis terhadap modernitas, menggunakan nilai-nilai spiritual seperti kesabaran dan ukhuwah untuk membentuk identitas sosial yang inklusif dan diterima oleh masyarakat luas. Identitas sosial dalam tarekat tidak hanya bersifat eksklusif-religius, tetapi juga transformatif-sosial yang berkontribusi pada kohesi dan harmoni di tengah dinamika masyarakat kontemporer.
Copyrights © 2026