Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pelaksanaan tadarus Al-Qur’an berbasis remaja masjid, strategi yang digunakan dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi remaja, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter religius dan keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan di Masjid Al-Kautsar pada bulan Ramadhan. Subjek penelitian terdiri dari remaja peserta tadarus dan pengurus masjid yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi angket sebagai data pendukung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tadarus berlangsung secara terstruktur dan partisipatif dengan melibatkan remaja masjid sebagai penggerak utama melalui sistem halaqah dan penjadwalan yang konsisten. Strategi berbasis pendekatan kelompok sebaya (peer group), variasi metode, serta penciptaan suasana yang kondusif terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi intrinsik dan partisipasi aktif remaja. Kegiatan tadarus juga memberikan implikasi yang signifikan terhadap pembentukan karakter religius, yang tercermin pada peningkatan dimensi keimanan, etika, dan kedisiplinan. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan potensi keberlanjutan yang tinggi, ditandai dengan adanya komitmen remaja untuk melanjutkan kebiasaan membaca Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas ibadah setelah Ramadhan. Dengan demikian, tadarus Al-Qur’an dapat diposisikan sebagai model pembinaan karakter religius berbasis komunitas yang efektif dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian pendidikan agama Islam serta implikasi praktis bagi pengelola masjid dan lembaga pendidikan dalam merancang program pembinaan karakter yang lebih adaptif dan partisipatif.
Copyrights © 2026