Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) dalam pendidikan tinggi telah menghadirkan transformasi signifikan terhadap proses pembelajaran, evaluasi akademik, dan produksi pengetahuan. Kehadiran teknologi generative AI memberikan berbagai manfaat seperti personalisasi pembelajaran, efisiensi administrasi akademik, dan dukungan terhadap pembelajaran berbasis data. Namun demikian, perkembangan tersebut juga memunculkan tantangan serius terkait integritas akademik, termasuk plagiarisme berbasis AI, menurunnya orisinalitas karya ilmiah, ketergantungan mahasiswa terhadap teknologi, serta risiko bias algoritmik dan disinformasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai pendekatan pengelolaan AI dalam pendidikan tinggi serta implikasinya terhadap integritas akademik di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur komparatif terhadap 22 sumber literatur ilmiah dan dokumen kebijakan internasional yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dan pendekatan komparatif untuk mengidentifikasi model pengelolaan AI berbasis regulasi ketat dan model pengelolaan adaptif berbasis integrasi serta literasi AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI telah mengubah ekosistem pendidikan tinggi secara fundamental melalui penerapan adaptive learning, intelligent tutoring systems, dan generative AI. Di sisi lain, penggunaan AI juga memicu krisis integritas akademik akibat kaburnya batas antara bantuan teknologi dan kecurangan akademik. Analisis komparatif menunjukkan bahwa model regulasi berbasis risiko memberikan perlindungan terhadap penyalahgunaan AI, sedangkan model pengelolaan adaptif lebih mendukung inovasi pembelajaran dan peningkatan literasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan AI yang efektif memerlukan pendekatan seimbang antara regulasi, literasi AI, penguatan etika akademik, dan pengembangan sistem evaluasi yang adaptif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung transformasi pendidikan tinggi yang inovatif sekaligus menjaga integritas akademik di era kecerdasan buatan.
Copyrights © 2024