Zakat merupakan instrumen penting dalam redistribusi kekayaan dan pengentasan kemiskinan, namun kesenjangan antara potensi dan realisasi penghimpunan zakat masih menjadi persoalan, termasuk di Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi zakat dan kepercayaan digital terhadap kepatuhan zakat serta menguji peran religiusitas sebagai variabel mediator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan survei cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 167 muzaki di Kabupaten Dharmasraya dengan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dan uji mediasi berdasarkan pendekatan Baron dan Kenny yang dikonfirmasi melalui uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi zakat dan kepercayaan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan zakat. Kepercayaan digital menunjukkan koefisien regresi yang lebih besar dibandingkan literasi zakat. Selain itu, literasi zakat dan kepercayaan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap religiusitas, sedangkan religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan zakat. Hasil uji Sobel menunjukkan bahwa religiusitas memediasi secara signifikan hubungan literasi zakat dan kepercayaan digital terhadap kepatuhan zakat, dengan pola mediasi parsial. Model yang melibatkan ketiga variabel prediktor mampu menjelaskan 90,3% variasi kepatuhan zakat. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif yang menggabungkan peningkatan literasi zakat, penguatan kepercayaan terhadap kanal pembayaran digital, dan penguatan nilai religius dalam meningkatkan kepatuhan muzaki.
Copyrights © 2026