Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh permainan tradisional gobak sodor terhadap keterampilan lari cepat 60 meter pada siswa kelas V MI NW 5 Pancor, Lombok Timur. Permasalahan yang melatarbelakangi adalah kemampuan lari cepat siswa yang masih perlu ditingkatkan serta pembelajaran pendidikan jasmani yang kurang variatif dan masih didominasi pendekatan konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 28 siswa kelas V (11 laki-laki dan 17 perempuan) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kemampuan lari cepat diukur menggunakan tes lari 60 meter dengan stopwatch digital, didukung lembar observasi aktivitas siswa. Data dianalisis dengan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Rata-rata waktu tempuh menurun dari 11,63 detik pada pretest menjadi 10,96 detik pada posttest, atau membaik 0,68 detik (5,83%), dan seluruh siswa mencatat waktu yang lebih cepat. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (t = 9,765; df = 27; p < 0,001; Cohen’s d = 1,85). Dengan demikian, pembelajaran berbasis permainan gobak sodor terbukti meningkatkan keterampilan lari cepat 60 meter siswa secara signifikan. Karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, temuan perlu ditafsirkan secara hati-hati dan diuji lebih lanjut pada penelitian berkelompok kontrol. Gobak sodor dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang menyenangkan, murah, dan berakar pada budaya lokal bagi guru pendidikan jasmani
Copyrights © 2026