Industri tekstil di Indonesia mengalami perkembangan pesat, terutama dalam produksi batik sebagai bagian dari industri tekstil. Penetapan batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO memberikan dampak positif pada industri ini. Namun, proses produksi batik menghasilkan limbah cair yang mengandung pewarna sintetis dan bahan kimia berbahaya. Limbah ini, jika tidak diolah dengan benar, dapat mencemari lingkungan dan membahayakan organisme perairan. Metode pengolahan limbah cair batik seperti elektrokoagulasi telah terbukti efektif dalam menurunkan kadar pencemar seperti zat pewarna, BOD, dan COD. Dalam penelitian ini, penggunaan elektrokoagulasi dengan elektroda Fe dan Al berhasil menurunkan kadar COD hingga 96,7%. Selain itu, proses ini juga berpengaruh pada parameter lain seperti suhu, pH, CO2 terlarut, dan DO. Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efisiensi dan keamanan penggunaan metode ini dalam mengelola limbah cair batik secara luas.
Copyrights © 2024