Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya

SUBALTERNITAS DALAM KISAH KRIMINAL PALING MEMILUKAN KARYA SASTI GOTAMA: KAJIAN POSKOLONIAL GAYATRI CHAKRAVORTY SPIVAK

Alhasanah Zahro (Unknown)
Etsha Ari Kusuma Dianti (Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
29 Dec 2025

Abstract

This research aims to explore how Sasti Gotama portrays power domination and its impact on subalterns in the short story Kisah Kriminal Paling Memilukan. Using a descriptive qualitative method and Gayatri Chakravorty Spivak's postcolonial theory, the research analyzes the short story from B by Sasti Gotama. Data collection involves reading and note-taking. The analysis reveals postcolonial discourse highlighting power domination over subalterns through oppression and social control. This domination creates a social hierarchy that shapes how subalterns perceive themselves, leading to their subjugation and silencing. The subalterns are isolated from awareness of their realities and denied alternative spaces to voice their perspectives. These dynamics reflect the profound influence of power structures on marginalized groups, reinforcing their inability to resist or challenge domination effectively. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Sasti Gotama menggambarkan bentuk dan pengaruh dominasi kuasa terhadap subaltern dalam Kisah Kriminal Paling Memilukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan teori poskolonial Gayatri Chakravorty Spivak. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Kisah Kriminal Paling Memilukan dalam buku B karya Sasti Gotama. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode baca dan catat. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen Kisah Kriminal Paling Memilukan karya Sasti Gotama terkandung wacana pascakolonial berupa dominasi kuasa terhadap subaltern dalam bentuk penindasan dan kontrol sosial. Adapun pengaruh dominasi oleh yang kuasa terhadap terjajah yakni terciptanya hierarki sosial yang memberikan pengaruh terhadap bagaimana cara subaltern memandang diri mereka. Dampak lain yang ditimbulkan dari dominasi kuasa yakni ketundukan subaltern terhadap penguasa, isolasi kesadaran subaltern terhadap realitas yang terjadi, dan subaltern terbungkam tanpa memiliki ruang alternatif lain untuk bersuara.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

basindo

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya publish articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners and reviewers about the results of research, conceptual ideas, study and application of theory, literature review, and book ...