Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Tuberculosis (TB) remains one of the major public health problems in Indonesia. The success of TB treatment is highly dependent on patient adherence to long-term therapy. Satisfaction with health care services is an important factor that may influence treatment adherence. This study aimed to determine the relationship between the level of satisfaction with health care services and treatment adherence among TB patients at Sukamerang Primary Health Center, Garut Regency, in 2025. The study subjects consisted of 258 TB patients who were recorded as undergoing treatment at Sukamerang Primary Health Center in 2025. This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. Data were collected using the SERVQUAL questionnaire, which had been tested for validity and reliability, while treatment adherence was measured using the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Data analysis was conducted using the Chi-square test. The results showed that out of 258 respondents, 159 (61.1%) were satisfied with health care services. Most respondents (65.1%) were categorized as adherent to treatment. Nearly all respondents who were satisfied were adherent to treatment, totaling 151 individuals (95%), whereas the majority of respondents who were not satisfied were non-adherent, totaling 82 individuals (83%). There was a statistically significant relationship between the level of satisfaction with health care services and treatment adherence (p-value = 0.000). Efforts to improve the quality of health care services are needed to enhance treatment adherence among TB patients. Abstrak. Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang. Kepuasan terhadap layanan kesehatan merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi kepatuhan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan terhadap layanan kesehatan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien TB di Puskesmas Sukamerang Kabupaten Garut tahun 2025. Subjek peneltian sebanyak 258 orang pasien TB yang tercatat menjalani pengobatan di Puskesmas Sukamerang Kabupaten Garut Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh menggunakan kuesioner SERVQUAL yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan kepatuhan pengobatan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan dari 258 orang sebanyak 159 responden (61,1%) puas terhadap layanan kesehatan. Sebagian besar responden (65,1%) termasuk kategori patuh pengobatan. Hampir semua responden yang merasa puas termasuk patuh dalam pengobatan yaitu sebanyak 151 orang (95%), sedangkan sebagian besar kelompok tidak puas, termasuk tidak patuh terhadap pengobatan yaitu sebanyak 82 orang (83%). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepuasan terhadap layanan kesehatan dengan kepatuhan pengobatan (p-value = 0,000). Upaya peningkatana layanan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan TB.
Copyrights © 0000