Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Normal Weight Obesity (NWO) is a condition in which an individual has a normal body mass index (BMI) but a high body fat percentage, which is suspected to be associated with the occurrence of dyspepsia. Dyspepsia is a disorder of the upper gastrointestinal tract characterized by abdominal discomfort, bloating, nausea, or early satiety. This study aimed to determine the association between Normal Weight Obesity and the incidence of dyspepsia syndrome among students of the Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung. This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. A total of 200 students were selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data collection included measurement of body mass index, assessment of body fat percentage using the Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) method, and completion of the Porto Alegre Dyspeptic Symptoms Questionnaire. Data were analyzed using the Chi-square test and Spearman correlation test with a significance level of p < 0.05. The results showed that 65% of respondents had Normal Weight Obesity, while 55.5% experienced dyspepsia syndrome. The proportion of dyspepsia was higher in the NWO group compared to the non-NWO group (70.8% vs. 27.1%). There was a statistically significant association between Normal Weight Obesity and dyspepsia (p < 0.001; r = 0.400), indicating a moderate positive correlation. Abstrak. Normal Weight Obesity (NWO) adalah kondisi ketika seseorang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) normal namun disertai persentase lemak tubuh yang tinggi, yang diduga berhubungan dengan kejadian dispepsia. Dispepsia merupakan gangguan pencernaan saluran cerna bagian atas yang ditandai dengan rasa tidak nyaman di perut, kembung, mual, atau rasa cepat kenyang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Normal Weight Obesity dan kejadian sindrom dispepsia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross – sectional. Sampel penelitian berjumlah 200 mahasiswa yang dipilih menggunakan metode purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran indeks massa tubuh, penilaian persentase lemak tubuh menggunakan metode Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), serta pengisian kuesioner Porto Alegre Dyspeptic Symptoms Questionnaire. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi – Square dan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% responden mengalami Normal Weight Obesity dan 55,5% mengalami sindrom dispepsia. Proporsi dispepsia lebih tinggi pada kelompok NWO dibandingkan kelompok non – NWO (70,8% vs. 27,1%). Terdapat hubungan bermakna antara Normal Weight Obesity dan kejadian dispepsia (p < 0,001; r = 0,400), menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan sedang.
Copyrights © 0000