Bandung Conference Series : Medical Science
663-670

Studi Literatur: Peran Nutrisi Karbohidrat dalam Regulasi Siklus Menstruasi Remaja Putri.

Faadhila Amalia (Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Mirasari Putri (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)
Yudi Feriandi (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. This literature study reviews the role of carbohydrate intake in relation to the menstrual cycle of adolescent girls. Irregular menstrual cycles are common among adolescent girls, with a prevalence of 11.7% in Indonesia (Riskesdas). Cycle regularity (normal 21–35 days) is regulated by the HPG axis, which is sensitive to various factors, particularly nutritional status and macronutrient intake, where carbohydrates, as the main source of energy, play a fundamental role in hormone metabolism. The results show that hormonal balance is greatly influenced by adequate carbohydrate intake. Adequate intake (50–60% of the Recommended Daily Allowance) supports a normal cycle, while low intake (<50% of the Recommended Daily Allowance) causes hypoglycemia and shortens the luteal phase (cycle <21 days). Conversely, excessive intake (>60% RDA) increases glucose and leptin levels, which can prolong the cycle (>35 days). Therefore, maintaining a balanced carbohydrate intake according to daily requirements is important for supporting regular menstrual cycles in adolescent girls. Abstrak. Studi literatur ini meninjau pernanan jumlah asupan karbohidrat dengan interval siklus menstruasi remaja putri. Ketidakteraturan siklus menstruasi sering terjadi pada remaja putri, dengan prevalensi 11,7% di Indonesia (Riskesdas). Keteraturan siklus (normal 21–35 hari) diatur oleh aksis HPG yang sensitif terhadap berbagai faktor, terutama status gizi dan asupan nutrisi makro, di mana karbohidrat sebagai sumber energi utama memiliki peran fundamental dalam metabolisme hormon. Hasil menunjukkan bahwa keseimbangan hormonal sangat dipengaruhi oleh kecukupan karbohidrat. Asupan cukup (50–60% AKG) mendukung siklus normal, sedangkan asupan rendah (<50% AKG) menyebabkan hipoglikemia dan pemendekan fase luteal (siklus <21 hari). Sebaliknya, asupan berlebih (>60% AKG) meningkatkan kadar glukosa dan leptin, yang dapat memperpanjang siklus (>35 hari). Oleh karena itu, menjaga keseimbangan asupan karbohidrat sesuai kebutuhan harian penting untuk mendukung keteraturan siklus menstruasi remaja putri.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSMS

Publisher

Subject

Humanities Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ...