Bandung Conference Series : Medical Science
757-764

Studi Literatur: Peran Asupan Kalsium dalam Kejadian Premenstrual Syndrome

Syaleisha Yasmine Razi (Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Yudi Feriandi (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)
Mirasari Putri (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. Premenstrual Syndrome (PMS) is a common reproductive health problem experienced by women of reproductive age and can impact quality of life, daily activities, and academic performance. One factor suspected of playing a role in the onset and severity of PMS symptoms is calcium, given its role in neuromuscular function and neurotransmitter regulation. This literature review aims to determine the relationship between calcium intake and PMS. This study used a literature review method by reviewing various scientific sources in the form of journal articles, textbooks, and relevant scientific publications obtained from credible scientific databases. The collected literature was selected based on topic suitability and relevance, then analyzed and synthesized to obtain a comprehensive understanding. The results of the study indicate that low calcium intake is associated with an increased risk and severity of PMS symptoms. Calcium plays a role in muscle contraction and relaxation and the balance of neurotransmitters, particularly serotonin, which influences the physical and emotional symptoms of PMS. Low calcium intake is still common among adolescents and women of reproductive age, potentially worsening PMS. It can be concluded that meeting adequate calcium intake plays an important role in the prevention and management of PMS. Further research with observational and intervention designs is needed to strengthen the evidence of causal relationships and support more effective nutrition education efforts. Abstrak. Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami perempuan usia produktif dan dapat berdampak pada kualitas hidup, aktivitas sehari-hari, serta kinerja akademik. Salah satu faktor yang didiga berperan dalam munculnya serta parahnya gejala PMS adalah kalsium, mengingat perannya dalam fungsi neuromuscular dan regulasi neurotransmitter. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara asupan kalsium dengan kejadia PMS. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku teks, dan publikasi ilmiah relevan yang diperoleh dari basis data ilmiah kredibel. Literatur yang terkumpul diseleksi berdasarkan kesesuaian topik dan relevansi sis, kemudia dianalisis dan disintesis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil kajian menunjukan bahwa asupan kalsium yang rendah berhubungan dengan meningkatnya risiko dan keparahan gejala PMS. Kalsium berperan dalam proses kontraksi dan relaksasi otot serta keseimbangan neurotransmitter, khususnya serotonin, yang berpengaruh terhadap gejala fisik dan emosional PMS. Rendahnya asupan kalsium masih banyak ditemui pada remaja dan perempuan usia reproduktif berpotensi memperburuk kondisi PMS. Dapat disimpulkan bahwa pemenuhan asupan kalsium yang adekuat berperan penting dalam pencegahan dan pengelolaan PMS. Penelitian lanjutan dengan desain observasional dan intervensi diperlukan untuk memperkuat bukti hubungan kausal serta mendukung Upaya edukasi gizi yang lebih efektif.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSMS

Publisher

Subject

Humanities Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ...