Kemitraan inti-plasma kelapa sawit menuntut keselarasan kelembagaan antara perusahaan dan koperasi agar manfaat dirasakan bersama. Penelitian ini menganalisis pola kemitraan, sistem bagi hasil, dan manfaat yang dirasakan petani plasma pada kemitraan Koperasi Perkebunan Mitra Usaha dengan PT. Saka Kencana Sejahtera di Kotabaru. Studi kasus kualitatif ini (Mei 2025–Januari 2026) melibatkan 32 responden: satu pengurus koperasi dan satu staf kemitraan perusahaan (purposive sampling), serta 30 petani plasma (accidental sampling). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner skala Guttman (21 item valid dan reliabel), lalu dianalisis secara deskriptif. Kemitraan berpola inti-plasma: perusahaan menjamin modal, menyediakan sarana produksi dan bimbingan teknis, serta membeli seluruh TBS, sedangkan koperasi menjadi penghubung dan pengatur petani. Bagi hasil didasarkan pada keuntungan setelah biaya, dengan rasio plasma:perusahaan yaitu 60:40 pada lahan bersertifikat transmigrasi dan 20:80 pada lahan non-sertifikat (Lahan R). Petani menilai kemitraan positif (rata-rata 88,09%), tertinggi pada sarana-prasarana (94,44%) dan manfaat (93,33%), terendah pada hasil produksi (77,77%). Kendalanya berupa prosedur administrasi dan bimbingan teknis yang tidak konsisten. Kemitraan memberi petani akses modal, pengetahuan budidaya, dan tambahan pendapatan, sehingga petani ingin melanjutkannya; transisi menuju plasma mandiri disarankan.
Copyrights © 2026