Abstrak Artikel penciptaan ini bertujuan menjelaskan transformasi mitos Bhutakala Celak Lacong menjadi karya tari kontemporer Lud Lud Peng di Kabupaten Gianyar, Bali. Data awal diperoleh melalui pengamatan terhadap representasi visual Bhutakala Celak Lacong, lingkungan sosial-budaya Desa Pejeng Kangin, proses eksplorasi di studio, serta wawancara dengan tetua, tokoh adat, budayawan, akademisi, seniman, dan masyarakat terkait. Berdasarkan data tersebut, artikel ini menjawab tiga pertanyaan: (1) bagaimana proses penciptaan tari kontemporer berbasis mitologi; (2) bagaimana wujud karya yang dihasilkan; dan (3) apa pesan dan makna karya tersebut. Proses kreatif mengikuti tahap eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan Alma M. Hawkins, sedangkan hasilnya dibahas menggunakan teori fungsional-struktural, teori religi, dan estetika kontemporer. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa: (1) data lapangan tentang bentuk visual, larangan sosial, dan nilai pengendalian diri dalam mitos ditransformasikan menjadi rangsang gerak, kemudian dikembangkan melalui improvisasi dan diseleksi dalam tahap pembentukan; (2) wujud karya berupa tari kontemporer berjudul Lud Lud Peng dengan enam penari, struktur pembuka-isi-penutup, kosakata gerak simbolik, tata rias body painting hitam-metallic, busana minimalis, musik elektronik, dan penyajian di panggung prosenium; serta (3) karya menyampaikan pesan tentang pengendalian diri, kepatuhan pada nasihat orang tua, dan tanggung jawab sosial. Maknanya mencakup pembaruan estetika melalui alih wahana mitos ke bahasa tubuh kontemporer, pendidikan moral, dan pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, pengamatan lapangan tidak berhenti sebagai latar cerita, tetapi menjadi sumber material, struktur dramatik, dan dasar penafsiran karya. Kata kunci: Lud Lud Peng; Tari Kontemporer; Mitos Bhutakala Celak Lacong; Pengendalian Diri; Pelestarian Budaya Lokal.
Copyrights © 2026