Proses fermentasi tempe secara tradisional sangat dipengaruhi oleh kondisi suhu dan kelembaban lingkungan. Ketidakstabilan dua faktor ini sering menyebabkan hasil fermentasi tidak optimal, bahkan bisa gagal. Selain itu, proses fermentasi yang memakan waktu antara 18 hingga 48 jam turut menghambat efektivitas produksi. Sebagai solusi, dikembangkan alat fermentasi tempe otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Alat ini dilengkapi dengan sensor suhu DHT11 dan sensor kelembaban DS18B20, serta menerapkan metode logika fuzzy Tsukamoto untuk mengatur suhu dan kelembaban secara otomatis. Berdasarkan hasil pengujian, sistem ini mampu menjaga suhu dan kelembaban dalam rentang ideal fermentasi (30°C–37°C), sehingga proses berlangsung lebih stabil. Alat ini terbukti mempercepat fermentasi serta menghasilkan tempe dengan kualitas yang lebih baik dan konsisten. Inovasi ini sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi dan keberhasilan produksi tempe secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026