Penelitian ini membahas pengembangan sistem pengering bulu kucing berbasis sensor suhu dan kelembapan untuk mengatasi masalah dalam pengeringan bulu kucing pasca-mandikan. Sistem ini memanfaatkan sensor suhu untuk menjaga suhu optimal agar tidak menyebabkan panas berlebihan yang dapat merusak bulu atau membahayakan kucing, serta sensor kelembapan untuk mengontrol tingkat kelembapan hingga bulu kering secara efisien. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini dapat meningkatkan efisiensi waktu pengeringan dan memberikan kenyamanan bagi hewan peliharaan, dengan pemantauan yang akurat dan otomatis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pengering bulu kucing berbasis sensor suhu dan kelembapan ini mampu bekerja secara optimal dalam menjaga suhu dan kelembapan di tingkat yang aman dan nyaman untuk kucing. Sistem otomatis ini berhasil mempercepat waktu pengeringan dan menyesuaikan kondisi pengeringan sesuai kebutuhan, sehingga risiko bulu kucing rusak akibat panas berlebih dapat diminimalisasi. Dengan pemantauan yang akurat, sistem ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi pengeringan dan memastikan kenyamanan bagi hewan peliharaan.
Copyrights © 2026