Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun, pengembangan UMKM masih menghadapi tantangan, khususnya dalam kualitas sumber daya manusia yang terbatas. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Labuhanbatu Selatan telah menyelenggarakan berbagai pelatihan kerja untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi belum tersedia metode evaluasi yang objektif untuk mengukur keberhasilan pelatihan tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengimplementasikan metode K-Means Clustering guna menganalisis efektivitas pelatihan kerja dengan cara mengelompokkan peserta ke dalam dua kategori, yaitu berhasil dan tidak berhasil. Pengelompokan dilakukan berdasarkan tiga variabel utama: status usaha, pendapatan setelah pelatihan, dan lama usaha bertahan, dengan perhitungan jarak Euclidean dan proses iterasi hingga konvergensi tercapai. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 40 peserta pelatihan, 29 orang tergolong berhasil dan 11 orang tidak berhasil. Sistem yang dibangun dilengkapi dengan basis data dan antarmuka berbasis web untuk mendukung proses evaluasi. Diharapkan sistem ini dapat membantu Dinas Tenaga Kerja dalam mengevaluasi serta meningkatkan efektivitas program pelatihan di masa mendatang.
Copyrights © 2026