Investasi saham mengandung potensi keuntungan sekaligus risiko yang tinggi sehingga diperlukan pendekatan ilmiah dalam pembentukan portofolio optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saham efisien dalam Indeks LQ45 dan membentuk portofolio optimal menggunakan kombinasi metode Capital Asset Pricing Model (CAPM) dan Mean Variance Optimization (MVO) pada periode 01 Mei 2025 hingga 30 April 2026. Data yang digunakan adalah data harian harga penutupan 43 saham aktif LQ45, data IHSG sebagai proksi return pasar, dan rata-rata BI rate sebesar 4,9375% per tahun sebagai tingkat bebas risiko. Analisis CAPM digunakan untuk menghitung nilai beta, expected return, dan mengklasifikasikan saham sebagai efisien apabila actual return lebih besar dari expected return CAPM. Saham efisien kemudian dioptimalkan bobotnya menggunakan MVO dengan memaksimalkan Sharpe Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 43 saham LQ45, terdapat 21 saham yang tergolong efisien dan 22 saham tidak efisien. Dari 21 saham efisien tersebut, hanya saham ITMG dan MEDC yang memenuhi kriteria portofolio optimal berdasarkan analisis risk-return. Portofolio optimal terbentuk dengan bobot 15,05% pada saham ITMG dan 84,95% pada saham MEDC, menghasilkan expected return tahunan sebesar 4,77% dengan volatilitas 40,77% dan Sharpe Ratio sebesar -0,0042. Hasil ini mengindikasikan bahwa kombinasi CAPM dan MVO efektif digunakan sebagai alat seleksi dan optimasi portofolio saham di pasar modal Indonesia.
Copyrights © 2026