Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dapat menimbulkan komplikasi ulkus kaki diabetik sehingga diperlukan pengetahuan dan efikasi diri yang memadai untuk mendukung perawatan kaki. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perubahan pengetahuan dan efikasi diri pasien DMT2 dengan risiko ulkus kaki diabetik setelah intervensi health coaching. Penelitian menggunakan desain satu kelompok pretest-posttest dengan melibatkan 29 pasien yang dipilih melalui purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Belimbing, Kota Padang. Intervensi diberikan selama delapan minggu, meliputi edukasi, identifikasi hambatan, penetapan tujuan, dukungan motivasi, dan evaluasi perkembangan pasien. Pengukuran dilakukan pada awal penelitian, minggu kedua, dan minggu kedelapan menggunakan Modified Diabetic Foot Care Knowledge Questionnaire dan Foot Care Confidence Scale. Data dianalisis secara deskriptif. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 5,93 ± 1,193 pada awal penelitian menjadi 13,45 ± 1,242 pada minggu kedua dan 14,21 ± 0,774 pada minggu kedelapan. Rerata skor efikasi diri meningkat dari 29,93 ± 1,689 menjadi 34,66 ± 0,814 dan 36,17 ± 1,227 pada waktu pengukuran yang sama. Peningkatan skor pengetahuan dan efikasi diri teramati setelah intervensi health coaching. Pendekatan ini berpotensi mendukung kesiapan pasien dalam melakukan perawatan kaki, tetapi efektivitasnya perlu dikonfirmasi melalui penelitian dengan kelompok kontro
Copyrights © 2026