Sindrom ovarium polikistik atau Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan gangguan hormonal yang dapat dialami remaja dan memengaruhi kesehatan reproduksi. Paparan informasi tentang PCOS pada remaja masih rendah karena anggapan bahwa menstruasi tidak teratur dan jerawat adalah hal wajar pada masa pubertas, serta edukasi kesehatan reproduksi yang belum memadai. Media edukasi yang ada, termasuk video, sudah banyak digunakan, tetapi belum memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) yang mampu menghadirkan animasi lebih menarik, cepat, dan adaptif. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh edukasi animasi berbasis AI terhadap pengetahuan remaja tentang PCOS di MAN 3 Sleman. Desain yang digunakan adalah pra-eksperimental one-group pretest-posttest dengan 84 siswi yang dipilih melalui stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Responden berpengetahuan baik meningkat dari 60 orang (71,4%) menjadi seluruhnya (100%), dengan median skor 13,00 menjadi 15,00 (Z = −4,564; p < 0,001). Edukasi animasi berbasis AI meningkatkan pengetahuan remaja tentang PCOS dan dapat menjadi pembaruan media edukasi kesehatan reproduksi remaja.
Copyrights © 2026