Kesehatan jiwa merupakan bagian tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh, tercermin dari kemampuan seseorang menjalin hubungan interpersonal yang sehat, melakukan coping yang efektif, serta mempertahankan kestabilan emosi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Laporan ini bertujuan menggambarkan gejala gangguan kesehatan mental berupa depresi, kecemasan, dan stres pada peserta kegiatan Posyandu di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, pada bulan Mei 2026, menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21) sebagai skrining awal. Desain yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada data rekapitulasi hasil skrining seluruh peserta posyandu yang tersebar di beberapa RW/lingkungan wilayah Kelurahan Pajang, berjumlah 180 orang. Skor mentah tiap dimensi (depresi, kecemasan, stres) dikalikan dua agar dapat diinterpretasikan menggunakan kategori keparahan standar DASS (normal, ringan, sedang, berat, sangat berat). Hasil menunjukkan bahwa 53 dari 180 peserta (29,4%) menunjukkan gejala terganggu pada minimal satu dimensi. Gejala kecemasan merupakan gangguan yang paling banyak ditemukan yaitu 46 orang (25,6%), diikuti gejala depresi 20 orang (11,1%), dan gejala stres 9 orang (5,0%). Tingkat keparahan bervariasi berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia, dengan kecenderungan gejala kecemasan lebih menonjol pada kelompok usia remaja akhir (17-25 tahun). Sebanyak 13 peserta (7,2%) direkomendasikan untuk dirujuk ke layanan kesehatan jiwa lanjutan. Hasil skrining ini diharapkan menjadi dasar tindak lanjut promotif dan preventif kesehatan jiwa di tingkat masyarakat.
Copyrights © 2026