Rayfarm mengembangkan produk madu durian sejak tahun 2024. Madu ini tergolong madu monofloral karena nektarnya berasal dari kebun durian seluas 72 hektare, sehingga dipromosikan sebagai madu premium bernilai jual tinggi. Namun, penjualannya turun drastis dari tahun 2024 ke 2025, sehingga preferensi konsumen terhadap atribut produk perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi konsumen terhadap kombinasi atribut madu durian Rayfarm menggunakan analisis konjoin. Data dikumpulkan dari 46 responden dengan teknik sensus melalui kuesioner berisi kartu stimuli, kemudian diolah dengan analisis konjoin menggunakan software SPSS. Rancangan stimuli terdiri atas 8 kartu dari kombinasi 5 atribut, yaitu harga dan kuantitas, rasa, kekentalan, kemasan, dan promosi, masing-masing dengan dua level. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi atribut yang paling disukai konsumen adalah madu durian dengan harga Rp50.000–Rp80.000, tekstur kental, kemasan botol kaca, dan strategi promosi diskon, sedangkan rasa tidak memengaruhi preferensi.
Copyrights © 2026