Bawang merah varietas Palasa merupakan komoditas hortikultura unggulan Kabupaten Parigi Moutong yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang pengembangan agribisnis yang besar. Tingkat produktivitas yang dicapai petani masih berada di bawah potensi hasil yang seharusnya dapat dicapai. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya permasalahan dalam penggunaan faktor produksi dan efisiensi usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani, pengaruh faktor produksi, serta tingkat efisiensi penggunaan input pada usahatani bawang merah varietas Palasa di Desa Palasa, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Oktober 2025 dengan menggunakan metode sensus terhadap 31 petani. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder, yang dianalisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis efisiensi alokatif melalui pendekatan nilai produk marginal, serta analisis pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang meliputi luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK Mutiara, dan tenaga kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi bawang merah. Secara parsial, seluruh variabel tersebut juga berpengaruh nyata terhadap produksi. Nilai R2 sebesar 0,855 menunjukkan bahwa 85,5% variasi produksi dapat dijelaskan oleh variabel dalam model. Hasil analisis efisiensi menunjukkan bahwa seluruh faktor produksi belum mencapai kondisi efisien, sehingga penggunaan input produksi masih perlu ditingkatkan untuk memperoleh hasil yang optimal. Rata-rata produksi bawang merah yang dihasilkan sebesar 3.549,14 kg/ha/MT. Penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp. 141.965.668,66/ha, dengan total biaya sebesar Rp62.888.300,40/ha, sehingga menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp. 79.077.368,26/ha/MT. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usahatani bawang merah varietas Palasa memberikan keuntungan dan berpotensi untuk dikembangkan melalui peningkatan efisiensi penggunaan faktor produksi.
Copyrights © 2026