Penilaian kelayakan ruangan tidur di Rusunawa UNTAN selama ini masih dilakukan secara subjektif tanpa data parameter lingkungan yang terukur, sehingga kondisi suhu, kelembapan, cahaya, dan kebisingan yang tidak sesuai standar kenyamanan tidur berpotensi tidak terdeteksi dan mengganggu kualitas istirahat mahasiswa. Penelitian ini merancang sistem monitoring kelayakan ruangan tidur berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor DHT22 (suhu dan kelembapan), LDR (intensitas cahaya), dan KY-037 (kebisingan), dengan keluaran berupa tiga status kelayakan yaitu Tidak Layak, Cukup Layak, dan Sangat Layak, yang ditampilkan pada LCD 20x4 dan dikirimkan melalui Telegram Bot. Pengujian dilakukan melalui kalibrasi sensor, pengujian algoritma fuzzy, dan pengujian integrasi sistem. Hasil kalibrasi menunjukkan error rata-rata sensor DHT22 sebesar 4,81% (suhu) dan 1,95% (kelembapan), LDR sebesar 6,82%, serta KY-037 sebesar 1,88%, seluruhnya masih dalam batas toleransi. Pengujian terhadap 120 data menunjukkan algoritma fuzzy Tsukamoto sepenuhnya sesuai terhadap perhitungan manual dan 95,83% terhadap kondisi nyata yang dirasakan penghuni. Sistem juga berhasil mengirimkan notifikasi status ruangan secara real-time melalui Telegram Bot tanpa kegagalan, sehingga terbukti layak digunakan sebagai alat bantu pemantauan kondisi lingkungan tidur di Rusunawa UNTAN.
Copyrights © 2026