Shift handover merupakan proses pengalihan tanggung jawab dan informasi pasien antar perawat pada pergantian shift yang menentukan kesinambungan asuhan dan keselamatan pasien. Metode Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) diterapkan agar penyampaian informasi berlangsung sistematis, jelas, dan akurat, namun pelaksanaannya di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo masih bervariasi antarperawat sehingga memengaruhi efektivitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan implementasi shift handover berbasis metode SBAR dengan efektivitas pelayanan keperawatan di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo. Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional melibatkan 70 perawat ruang rawat inap yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi berbasis SBAR, kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson Chi-Square. Implementasi shift handover berbasis SBAR sebagian besar berada pada kategori baik (34 responden; 48,6%), sedangkan efektivitas pelayanan keperawatan sebagian besar berada pada kategori efektif (46 responden; 65,7%). Uji Pearson Chi-Square menunjukkan p-value <0,001 (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara implementasi shift handover berbasis metode SBAR dengan efektivitas pelayanan keperawatan. Penerapan SBAR secara konsisten mendukung ketepatan penyampaian informasi, kesinambungan asuhan keperawatan, dan efektivitas pelayanan.
Copyrights © 2026