Pariwisata halal menuntut layanan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, sementara banyak pemandu wisata masih bertugas tanpa sertifikat kompetensi dan pengalaman mereka jarang dikaji dari sudut pandang pemandu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis tantangan serta strategi seorang pemandu wisata non-sertifikasi dalam praktik pariwisata halal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Informan adalah satu pemandu wisata lepas yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian diuji dengan triangulasi teknik dan dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa informan menerapkan nilai syariah secara praktis, seperti menyusun rencana kegiatan agar tidak bertabrakan dengan waktu ibadah dan memilih rumah makan dengan menu dominan halal, serta menggunakan gaya komunikasi yang santai dan menghormati perbedaan. Tantangan yang diungkapkan informan adalah kurangnya rasa percaya diri pada pertanyaan syariah yang rinci, sedangkan peneliti mengidentifikasi keterbatasan bahasa asing yang dibantu aplikasi penerjemah serta tidak adanya bukti pelatihan atau sertifikasi. Strategi yang ditempuh adalah belajar secara otodidak, bertanya kepada rekan pemandu yang lebih profesional, mencatat pertanyaan wisatawan, dan bersikap jujur saat belum mengetahui jawaban. Karena hanya melibatkan satu informan, temuan bersifat kontekstual dan tidak digeneralisasi.
Copyrights © 2026