Sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) tidak hanya berfungsi sebagai standar keberlanjutan, tetapi juga berpotensi berkaitan dengan perubahan kinerja operasional perusahaan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan produksi Crude Palm Oil (CPO), biaya produksi, dan pendapatan sebelum dan sesudah sertifikasi RSPO pada PT XYZ. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan membandingkan data bulanan periode sebelum sertifikasi (2022–2023) dan sesudah sertifikasi (2024–2025). Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi CPO meningkat dari 2.768.055 menjadi 3.079.597 kg/bulan atau sekitar 11,25% dan berbeda signifikan (p=0,004). Rata-rata biaya produksi menurun dari Rp16,02 miliar menjadi Rp13,40 miliar/bulan atau sekitar 16,37%, tetapi perbedaannya tidak signifikan (p=0,056). Sementara itu, rata-rata pendapatan meningkat dari Rp18,04 miliar menjadi Rp29,33 miliar/bulan atau sekitar 62,61% dan berbeda signifikan (p0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa sertifikasi RSPO berasosiasi dengan perubahan positif pada produksi CPO dan pendapatan, sedangkan penurunan biaya produksi belum terbukti signifikan secara statistik.
Copyrights © 2026