Pengelolaan persediaan di gudang merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap kualitas beras selama proses penyimpanan. Proses penentuan pengeluaran beras masih dilakukan secara manual berdasarkan penilaian pribadi petugas sehingga terdapat potensi ketidakkonsistenan dalam pengambilan keputusan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat memberikan perankingan untuk menentukan prioritas pengeluaran beras berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Metode yang digunakan adalah kombinasi dari Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk melakukan pembobotan setiap kriteria berdasarkan penilaian pakar dan Simple Additive Weighting (SAW) untuk melakukan perankingan alternatif. Kriteria yang digunakan meliputi lama simpan, sisa masa simpan, warna beras, aroma beras, dan butir patah. Penelitian menggunakan data alternatif beras dari persediaan gudang Ngabean pada tanggal 15 April 2026 sebagai data penelitian. Hasil pembobotan AHP menghasilkan nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,0537 sehingga matriks dinyatakan konsisten. Selanjutnya metode SAW menghasilkan nilai preferensi tertinggi sebesar 0,999 pada alternatif dengan nomer LOT LT6708847/08/2025/11030, sehingga direkomendasikan sebagai prioritas utama pengeluaran beras. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi antara AHP dan SAW mampu menghasilkan rekomendasi beras prioritas untuk pengeluaran secara objektif sehingga dapat membantu pengelolaan persediaan dan meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan dalam menentukan prioritas pengeluaran beras dari gudang.
Copyrights © 2026