Program pemberdayaan masyarakat ini berangkat dari persoalan limbah tempurung kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan hasil observasi awal, pemanfaatan tempurung kelapa di masyarakat masih terbatas karena belum didukung oleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Padahal, tempurung kelapa memiliki potensi untuk diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna dan peluang ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan tempurung kelapa menjadi briket sebagai inovasi ekonomi kreatif yang juga dapat mendukung pariwisata edukasi desa. Metode yang digunakan adalah pendampingan berbasis partisipasi masyarakat melalui sosialisasi, pelatihan teknis, praktik langsung pembuatan briket, arahan pengemasan, dan diskusi pemasaran sederhana. Kegiatan dilaksanakan bersama masyarakat Korong Kapalo Padang, Nagari Kuranji Hulu, Kec. Sungai Geringging Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang melibatkan sebanyak 30 orang peserta terdiri atas warga desa, kelompok pemuda, dan ibu rumah tangga. Kegiatan menggunakan instrumen observasi dan panduan wawancara, serta evaluasi setelah kegiatan untuk melihat tingkat partisipasi, peningkatan keterampilan, dan kesiapan masyarakat dalam melakukan tindak lanjut pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi briket. Hasil utama menunjukkan bahwa peserta semakin memahami nilai ekonomis tempurung kelapa, mampu mengikuti tahapan pembuatan briket dengan baik, serta memiliki minat untuk mengembangkan produk ini menjadi usaha kecil sekaligus daya tarik wisata edukasi desa. Kontribusi kegiatan ini terletak pada penggabungan pengelolaan limbah, pengembangan ekonomi kreatif, dan wisata edukasi dalam satu model pemberdayaan yang praktis dan mudah diterapkan di desa lain dengan potensi serupa. Dengan demikian, briket tempurung kelapa tidak hanya berfungsi sebagai bahan bakar alternatif, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat yang memperkuat ketahanan ekonomi lokal, kepedulian lingkungan, dan identitas wisata desa.
Copyrights © 2026