Penggunaan bahan bangunan berbasis fosil yang terus-menerus cenderung merusak dan mencemari lingkungan. Penggunaan bahan terbarukan dan berkelanjutan sangat penting dilakukan. Bambu merupakan bahan terbarukan, berkelanjutan, murah, dan berwawasan lingkungan. Dua tujuan penelitian ini adalah (1) menarik minat masyarakat untuk menggunakan bahan bangunan berbasis lingkungan, dan (2) menganalisis kelayakan dan potensi bambu untuk digunakan sebagai tulangan elemen struktur pelat pondasi. Empat specimen pondasi dengan dimensi 70 x 70 x 15 cm3 yang terdiri dari tiga pelat pondasi beton bertulang bambu (PDB) dan satu pelat pondasi beton bertulang baja (PDS). Dimensi tulangan bambu 15 x15 mm2 dan diameter tulangan baja 10 mm. Variasi jarak tulangan bambu sebesar 100 mm, 125 mm, dan 150 mm. Jarak tulangan baja sebesar 130 mm. Pondasi diuji dengan beban terpusat pada titik tengahnya. Hasil penelitian menunjukkan pondasi PDB dengan jarak tulangan 100 mm mempunyai kapasitas lebih tinggi 3.16% dari pelat pondasi PDS dengan diameter tulangan 10 mm dengan jarak 13 mm. Pelat pondasi PDB mempunyai kesamaan pola keruntuhan dengan pondasi PDS sebagai pondasi kontrol. Pondasi PDB layak diusulkan untuk pondasi rumah-rumah sederhana pedesaan yang banyak bambu.
Copyrights © 2025