Keterbatasan pendampingan numerasi fungsional bagi anak dengan kebutuhan belajar beragam di Banjar Purwakerta, Desa Gerih, Kabupaten Badung, menjadi tantangan dalam pengembangan lingkungan belajar yang inklusif. Kondisi ini diperkuat oleh keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan media pembelajaran yang dimiliki Karang Taruna dalam mendampingi anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan Karang Taruna melalui pengembangan Bincang dan Taman Numerasi berbasis masyarakat sebagai ekosistem literasi fungsional anak inklusi. Program melibatkan 15 anggota Karang Taruna Sekaa Teruna Kerta Yowana dengan penerima manfaat sebanyak 24 anak usia sekolah dasar. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diklat, workshop, praktik pendampingan, dan demonstrasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, observasi, serta angket respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran diklat mencapai 100% dan respons angket sebesar 95,5% dengan kategori sangat positif. Program juga menghasilkan Taman Numerasi Widya Kertha yang dilengkapi tiga set media Bincang Numerasi, enam set wahana Taman Numerasi, serta panduan penggunaannya. Anak menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan pendampingan. Selain itu, terbentuk Pesraman Numerasi sebagai wadah keberlanjutan program. Dengan demikian, kegiatan pengabdian menunjukkan capaian positif dalam pemberdayaan Karang Taruna dan penyediaan lingkungan belajar numerasi yang kontekstual dan inklusif.
Copyrights © 2026