Beban kerja merupakan salah satu faktor dalam lingkungan kerja keperawatan yang dapat berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan perawat. Aktivitas keperawatan, seperti mengangkat dan memindahkan pasien, membungkuk, serta mempertahankan posisi tubuh dalam waktu lama, dapat meningkatkan risiko keluhan Low Back Pain (LBP). Keluhan LBP pada perawat perlu mendapat perhatian karena dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan kejadian LBP pada perawat di ruang rawat inap RSUD Agats Papua. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 30 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner beban kerja dan kuesioner keluhan LBP, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 responden (40,0%) memiliki beban kerja sedang, 11 responden (36,7%) memiliki beban kerja berat, dan 7 responden (23,3%) memiliki beban kerja ringan. Sebanyak 18 responden (60,0%) mengalami keluhan LBP, sedangkan 12 responden (40,0%) tidak mengalami keluhan LBP. Proporsi keluhan LBP pada kelompok beban kerja ringan sebesar 14,3%, kelompok beban kerja sedang sebesar 58,3%, dan kelompok beban kerja berat sebesar 90,9%. Hasil analisis menunjukkan nilai p sekitar 0,005. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi hubungan antara beban kerja perawat dengan keluhan LBP, dengan proporsi keluhan yang lebih tinggi pada kelompok beban kerja berat. Oleh karena itu, perhatian terhadap pengelolaan beban kerja dan penerapan prinsip ergonomi diperlukan untuk mendukung kesehatan dan keselamatan kerja perawat
Copyrights © 2026