Air Handling Unit (AHU) merupakan komponen vital dalam sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) yang berperan penting dalam menjaga kualitas udara melalui proses sirkulasi, filtrasi, pendinginan, serta pengaturan suhu dan kelembaban. Keandalan AHU sangat menentukan efektivitas sistem secara keseluruhan, sehingga diperlukan analisis risiko yang terstruktur untuk mengidentifikasi potensi kegagalan pada komponennya. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan berbasis risiko dalam pemeliharaan AHU di PT. XYZ menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Analisis difokuskan pada tiga mode kegagalan utama yang sering terjadi, yaitu filter tersumbat, coil bocor, dan fan motor rusak. Melalui metode FMEA, setiap kegagalan dianalisis berdasarkan tingkat keparahan (severity), frekuensi kejadian (occurrence), dan kemampuan deteksi (detection) untuk menentukan nilai Risk Priority Number (RPN). Nilai RPN tertinggi menunjukkan komponen dengan tingkat risiko paling kritis terhadap penurunan performa sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fan motor rusak memiliki nilai RPN paling tinggi dengan hasil 363,80 dibandingkan dengan coil bocor dan filter tersumbat, sehingga dikategorikan sebagai komponen paling berisiko terhadap gangguan operasional. Analisis FTA selanjutnya digunakan untuk menelusuri hubungan logis antar penyebab kegagalan. Kombinasi metode FMEA dan FTA terbukti efektif dalam mengidentifikasi prioritas risiko serta memahami struktur penyebab kegagalan pada sistem AHU di PT. XYZ.
Copyrights © 2026