Pelarangan ekspor bijih nikel sejak 1 Januari 2020 menggeser tatanan industri berbasis sumber daya alam di Indonesia. Artikel ini membahas bagaimana hilirisasi nikel memengaruhi industri pengolahan dengan meminjam konsep struktur pasar, keterkaitan antarindustri (linkage), nilai tambah, dan eksternalitas, lewat telaah pustaka naratif-integratif yang bersandar pada artikel jurnal, laporan riset, dan data sekunder terbaru. Hasilnya, ekspor berpindah dari bijih mentah ke barang olahan, investasi berdatangan, dan basis pengolahan dalam negeri terbentuk. Baja nirkarat masih menyerap sebagian besar nikel, peningkatan kemampuan teknologi dan fungsi industri belum jauh, nilai tambah belum banyak dinikmati pelaku lokal, dan beban sosial-lingkungannya besar. Pendalaman rantai nilai di dalam negeri, penguatan industri penunjang, dan pembenahan tata kelola lingkungan menentukan kelangsungan hilirisasi.
Copyrights © 2026