Penelitian ini menyintesis hasil kajian Structure-Conduct-Performance (SCP) pada lima sektor di Indonesia, yaitu minuman kekinian skala UMKM, pengolahan kakao, telekomunikasi seluler, perbankan, dan barang konsumsi cepat habis (FMCG). Tujuannya adalah membandingkan struktur pasar, perilaku pelaku usaha, dan kinerja industri secara seragam, serta menilai kekonsistenan ukuran yang dipakai pada tiap kajian. Metode yang digunakan adalah studi pustaka komparatif dengan penghitungan ulang indikator konsentrasi (CR4, HHI, jumlah perusahaan ekuivalen, dan proksi Minimum Efficient Scale/MES) dari data sekunder yang dilaporkan penelitian-penelitian terdahulu. Hasilnya menunjukkan gradasi konsentrasi yang jelas: pasar minuman kekinian di Kecamatan Tampan tergolong terkonsentrasi rendah (HHI sekitar 823, setara 12 perusahaan berukuran sama), sedangkan telekomunikasi seluler (HHI 3.476) dan perbankan menurut kelompok bank (HHI 2.989–3.004) setara dengan hanya sekitar tiga perusahaan berukuran sama. Industri kakao menunjukkan konsentrasi tertinggi (CR4 di atas 96%). Perilaku strategis bergeser dari diferensiasi produk dan promosi digital pada UMKM, perang harga dan kerja sama infrastruktur pada telekomunikasi, hingga penguasaan distribusi dan diversifikasi pada FMCG. Kinerja menunjukkan bahwa pangsa pasar besar tidak otomatis menghasilkan profitabilitas tinggi; efisiensi internal dan intensitas modal lebih konsisten berkaitan dengan margin. Kajian ini juga mengidentifikasi ketidakseragaman ambang batas klasifikasi dan beberapa inkonsistensi data pada literatur sumber, sehingga perbandingan antarstudi perlu dilakukan dengan hati-hati.
Copyrights © 2026