Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar

UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN SENGKUBAK (Pycnarrhena cauliflora Diels) TERHADAP TIKUS BETINA GALUR WISTAR DENGAN METODE OECD 425

., Riska Wahyu Pamuji (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 May 2016

Abstract

Tanaman sengkubak (Pycnarrhena cauliflora Diels) secara empiris banyakdimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat sakit kepala. Selain itu, daun sengkubakjuga digunakan sebagai penyedap rasa pada makanan oleh masyarakat suku Dayakdan Melayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan toksisitas akut dariekstrak etanol daun sengkubak sehingga dapat dijadikan acuan untuk penggunaanterapi yang aman. Ekstrak etanol daun sengkubak diperoleh dari ekstraksi dengancara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji toksisitas akut dilakukan denganmetode yang diadopsi dari OECD (Organization for economic co-operation anddevelopment) 425: Acute Oral Toxicity (Up and Down Procedure). Hasil penapisanfitokimia dengan uji tabung menyatakan bahwa ekstrak etanol daun sengkubakmengandung alkaloid, flavonoid, steroid, fenol dan tanin. Hasil pengujian Limit test2000 mg/kgbb dan 5000 mg/kgbb menunjukkan tidak terdapat kematian. Kesimpulandari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun sengkubak berada dalam kategori relatiftidak toksik.Kata Kunci: OECD 425, sengkubak, toksisitas akut

Copyrights © 2015