Abstrak : Luka adalah keadaan hilang atau terputusnya kontinuitas jaringan yang dapat menimbulkannyeri. Nyeri pada penderita luka terbuka biasanya bersifat perih dan tajam. Oleh karena itu, pasiendengan indikasi dilakukan hecting kadang merasa cemas dan menyatakan masih mengeluh nyeri.Manajemen untuk mengatasi nyeri secara garis besar ada 2 yaitu: farmakologi meliputi pemberianobat yang mampu menghilangkan sensasi nyeri, sedangkan non farmakologis meliputi manajemennyeri yang dapat berupa pemberian musik klasik yang dipercaya dapat menurunkan intensitas nyeri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan skalanyeri pada pasien pasca hecting luka robek (VulnusLaseratum) di IGD Puskesmas Siantan Hilir 2015.Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimen denganrancangan desain one group pre test "“ post test dengan jumlah sample 16 orang yang telah memenuhikriteria inklusi. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji paired sample t-test. Terapi musik klasikdiberikan dengan durasi waktu 20 menit pada pasien pasca hecting dengan kriteria efek obat anastesi(lidokain) sudah hilang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh pemberian terapi musikklasik terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca hecting luka robek (vulnuslaseratum)sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dengan nilai p-value = 0,000 (p0,05). Musik klasikterbukti berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien pasca hecting luka robek (vulnuslaseratum) di IGD Puskesmas Siantan Hilir 2015. Musik klasik mozart dapat dijadikan sebagai salahsatu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien pascahecting luka robek (vulnus laseratum).Kata kunci: Nyeri, Musik Klasik mozart, Luka Pasca Hecting
Copyrights © 2015