Penelitian dilakukan di daerah Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Tanah daerah penelitian merupakan hasil lapukan breksi laharik. Mineral lempung dari hasil lapukan dapat meningkatkan angka aktivitas tanah. CaO merupakan bahan bangunan yang biasa digunakan untuk stabilisasi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan angka aktivitas dengan penambahan CaO. Uji laboratorium untuk menentukan sifat fisik tanah dilakukan dengan penambahan CaO 5-30% dengan interval 5%. Berdasarkan metode Skempton, 1953 dalam Hunt, 2007, diperoleh angka aktivitas 1,12 yang bersifat aktivitas tinggi, berdasarkan Bowles, 1984. Terjadi perubahan pada angka aktivitas dengan persamaan A = 9,2323CaO2 - 3,4998CaO + 0,7734 pada penambahan CaO. Grafik yang terbentuk, menunjukkan titik minimum penurunan angka aktivitas pada penambahan CaO 20%. Oleh karena itu, penambahan CaO yang disarankan tidak melebihi 20%. Kata kunci: Lempung, angka aktivitas, CaO
Copyrights © 2017