Bagaimana membaca kitab suci- tidak menurut seleranya sendiri, acak-acakan, melainkan secara bertanggungjawab? Umpamanya, bukan hanya dalam kesunyian kamarku sendiri, melainkan bersama dalam kelompok kitab suci-tanpa menyesatkan satu sama lain! Jelaslah bahwa buku iman harus dibaca dengan semangat iman! Dan, kembalilah pertanyaan: bagaimanakan kelompok itu mengembangkan semangat iman,? Dengan cara manakah kita menggali inspirasi iman dari teks Kitab Suci? Kitab Suci pantas kita baca dengan keterlibatan hidup kita (seadanya kita!), dan membacanya sebagai sabda Allah  dalam bahasa manusia (seadanya teks). Apakah ada yang dapat memberi inspirasi?
Copyrights © 2001