Al-Albab
Vol 2, No 2 (2013)

GREEN CONSUMPTION: SEARCHING FOR RELIGIOUS ETHICS OF CONSUMPTION

Mohammad Hasan Basri (The Asroruna Institute, Jakarta)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2013

Abstract

Di tengah persoalan krisis lingkungan dan ekologis, muncul masalah baru yang telah menjadi gaya hidup masyarakat modern yaitu apa yang disebut sebagai “affluenza” atau gaya hidup konsumtif yang tidak lagi mempertimbangkan asas kegunaan dan pertimbangan ekologis dalam mengkonsumsi makanan, pakaian, tempat tinggal maupun kebutuhan sehari-hari lainnya. Salah satu cara untuk mengatasi kecendurungan gaya hidup konsumtif ini adalah dengan etika konsumsi untuk memperkuat integritas individual dan masyarakat agar bisa menjalankan hidup yang lebih sederhana, tidak boros, dan lebih ramah lingkungan. Bertolak dari tesis bahwa “agama masa depan akan lebih hijau” yang dicetuskan oleh Bron Taylor (2004), tulisan ini menelusuri jejak pemikiran “green paradigm” dan menawarkan konsep “green consumption” sebagai sebuah landasan bersama (common ground) bagi agama-agama untuk mengatasi masalah “affluenza” dalam kehidupan masyarakat modern yang terus cenderung konsumtif. Makalah ini juga menyuguhkan beberapa model etika terapan yang bisa dijadikan contoh untuk menformulasikan dan mengaplikasikan konsep “green consumption”. Key words: green paradigm, green religion, green consumption, religious ethics, and consumerism.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

alalbab

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Al-Albab ISSN 0216-6143 (print) and ISSN: 2502-8340 (online) is an interdisciplinary journal published twice a year in print and online (e-journal) by the Pontianak State Institute of Islamic Studies, Pontianak. The journal was offline and started to be online in 2012. The e-ISSN was issued in 2016. ...