Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan
Vol 3, No 4 (2014): November 2014

Oksidasi Hancuran Singkong Menggunakan H2O2 dan Asam Laktat dengan Katalisator Ferrous Sulfate Heptahydrate untuk Meningkatkan Baking Expansion

Agnes Swasti Anindya (Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)
Haryadi Haryadi (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Jul 2014

Abstract

Pengolahan singkong dalam bentuk tepung telah banyak dikembangkan seiring dengan meningkatnya produksi singkong dari tahun ke tahun. Kendala yang sering ditemui dalam tepung singkong adalah sifat pengembangan yang kurang maksimal, sehingga aplikasi tepung singkong dalam industri pangan masih mengalami banyak kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cara menghasilkan tepung singkong yang dapat mengembang besar saat baking dengan pencampuran hancuran singkong dalam larutan H2O2, asam laktat dan FeSO4.7H2O sebagai katalisator. Penambahan asam laktat (4,3%), H2O2 (0%, 15% dan 30%) dan FeSO4.7H2O (0,05%) pada hancuran singkong dengan waktu pencampuran 2,5; 5; 7,5; 10; 12,5; dan 15 menit, dilakukan pada penelitian ini guna mendapatkan tepung dengan baking expansion besar. Analisis yang dilakukan meliputi baking expansion, kadar karbonil dan karboksil, warna, dan residu H2O2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baking expansion tertinggi terdapat pada tepung singkong yang dioksidasi dengan H2O2 15% selama 12,5 menit. Angka karbonil tepung teroksidasi pada perlakuan terpilih menurun sedangkan angka karboksilnya meningkat seiring bertambahnya lama pencampuran hancuran singkong dengan bahan kimia yang ditambahkan. Oksidasi hancuran singkong dapat meningkatkan kecerahan tepung singkong teroksidasi yang dihasilkan. Residu hidrogen peroksida pada tepung hasil oksidasi sebesar 430,33 ppm.

Copyrights © 2014