Isolat protein bungkil biji jarak pagar (Jatropha curcas L.) mempunyai sifat fungsional yang sesuai digunakan sebagai emulsifier, namun kelarutannya rendah pada pH netral. Modifikasi berupa suksinilasi perlu dilakukan untuk meningkatkan sifat fungsional isolat protein biji jarak sebagai emulsifier. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengeruh lama reaksi terhadap sifat fungsional isolat protein biji jarak tersuksinilasi. Pada penelitian ini, suksinilasi dilakukan menggunakan 0,1 g succinic anhydride/g protein selama 30, 60, 90, 120 dan 150 menit. Derajat suksinilasi (DS) ditentukan dengan menentukan gugus amino bebas menggunakan metode trinitrobenzene sulphonic acid (TNBS). Sifat fungsional yang dikaji meliputi sifat kelarutan, hidrophyl-lipophyl balance (HLB), kapasitas pembentukan emulsi dan stabilitas emulsi. Hasil evaluasi menunjukkan isolat protein biji jarak yang tersuksinilasi mempunyai sifat fungsional yang lebih baik dibanding isolat protein biji jarak native. Emulsi yang terbentuk dari isolat protein biji jarak tersuksinilasi adalah emulsi minyak dalam air. Lama reaksi suksinilasi yang menghasilkan sifat fungsional paling tinggi adalah 90 menit
Copyrights © 2016