Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan
Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013

PRODUKSI ALKOHOL, NILAI pH, DAN PRODUKSI GAS PADA BIOETANOL DARI SUSU RUSAK DENGAN CAMPURAN LIMBAH CAIR TAPIOKA

AW Utama (Unknown)
Ahmad Ni'matullah Al-Baarri (Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang)



Article Info

Publish Date
28 Jul 2013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol, pH dan produksi gas selama proses produksi bioetanol dengan susu rusak dan limbah cair tapioka. Penelitian dilaksanakan pada bulan September - Desember 2011 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Laboratorium Fisiologi dan Biokimia Ternak serta Laboratorium Ilmu Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang.            Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu rusak yang dibuat dengan cara mendiamkan susu selama 4 jam pada suhu ruang, limbah cair tapioka yang didapat dari industri tepung tapioka di Desa Ngemplak Kabupaten Pati, ragi roti, gula, pewarna makanan, aquades, kapas, aluminium foil, tisu, alkohol 70% dan 95%. Alat yang digunakan pada pembuatan bioetanol adalah filtering flask, selang, gelas ukur, nampan, botol, beker gelas, klip, magnetic stirrer, inkubator, autoclave, timbangan analitik, sendok, piknometer, pH meter, destilator, bunsen, piknometer dan kulkas. Rancangan percobaan yang digunakan dalam mendesain penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Variabel yang diamati adalah produksi alkohol, nilai pH dan total gas. Perlakuan yang diterapkan yaitu waktu lama fermentasi 12 jam (T1), lama fermentasi 24 jam (T2), waktu lama fermentasi 36 jam (T3), waktu lama fermentasi 48 jam (T4) waktu lama fermentasi 60 jam (T5). Data hasil pengamatan diolah secara statistik menggunakan analisis  ragam pada taraf signifikasi 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat pengaruh nyata terhadap produksi alkohol, nilai pH, dan total gas, maka dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu fermentasi memberi pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap produksi alkohol, nilai pH, dan total gas, semakin lama waktu fermentasi semakin besar produksi alkohol dan produksi gas yang dihasilkan yaitu sebesar 1,90% dan 23,75 ml. Sementara pada nilai pH semakin lama waktu fermentasi nilai pH semakin menurun dengan nilai 3,78.

Copyrights © 2013