Manuskripta
Vol 1 No 1 (2011): Manuskripta

Menafsirkan Ulang Riwayat Ken Angrok dan Ken Děděs dalam Kitab Pararaton

Agus Aris Munandar (Universitas Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2011

Abstract

Kitab Pararaton merupakan karya anonim yang ditulis dalam bahasa Jawa tengahan. Kitab tersebut menguraikan kehidupan Ken Angrok serta raja-raja Singhasari dan Majapahit. Tulisan ini berusaha menjelaskan latar belakang mengapa cerita mengenai Ken Angrok itu mendapat porsi yang lebih besar dibandingkan dengan cerita mengenai kehidupan raja-raja yang lain. Melalui telaah tekstual terhadap Kitab Pararaton dan telaah terhadap bukti-bukti arkeologis terkait, terlihat bahwa cerita Ken Angrok dalam kitab tersebut merupakan simbol penyatuan dua agama besar yang dianut oleh masyarakat Jawa Kuno: Hindu Saiwa dan Budha Mahayana. Simbolisasi Agama Hindu-Saiwa itu terlihat dari uraian mengenai sosok Ken Angrok sebagai penjelmaan dari tiga dewa: Brahma, Siwa, dan Wisnu, sementara simbolisasi agama Budha Mahayana itu terlihat dari uraian mengenai sosok isteri Ken Angrok, yaitu Ken Děděs, sebagai putri tunggal Mpu Purwa, seorang pendeta Budha Mahayana. Sebagai implikasi dari penyatuan dua agama besar, beberapa candi yang mengandung semangat penyatuan tersebut, yang dikenal dengan candi Syiwa-Budha, dibangun pada masa Kerajaan Singhasari. Bentuk candi tersebut jelas tidak pernah terbayangkan ada sebelum masa Singhasari.

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

manuskripta

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

MANUSKRIPTA is a scholarly journal published by the Indonesian Association for Nusantara manuscripts or Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) in collaboration with National Library of Indonesia. It focuses to publish research-based articles on the study of Indonesian and Southeast Asian ...