Geoscience Journal
Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal

Karakteristik Geokimia Organik Formasi Talang Akar pada Graben Bandar Agung dan Tanjung Miring, Sub-Cekungan Palembang Selatan: Implikasinya Pada Paleodepositional Setting dan Potensi Generasi Hidrokarbon

Yoga Andriana Sendjaja, Yara Regina, Ildrem Syafri, (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2017

Abstract

Formasi Talang Akar Pada Graben Bandar Agung dan Tanjung Miring, Sub-Cekungan Palembang Selatan evaluasi menggunakan data geokimia dari dua puluh sampel sedimen (cuttings) dari empat sumur eksplorasi untuk analisis batuan induk meliputi kuantitas, kualitas, dan kematangan. Penelitian lebih lanjut menggunakan tiga ekstrak batuan yang dianalisis menggunakan metode geokimia molekular terdiri atas n-alkana, isoprenoids, terpana, dan sterana untuk mengetahui karakteristik geokimia organik, asal material organik, paleodepositinal setting, dan potensinya untuk menggenerasikan hidrokarbon. Berdasarkan hasil analisis geokimia organik, Formasi Talang Akar pada Graben Bandar Agung dan Tanjung miring memiliki kekayaan material organik good sampai excellent dengan tingkat kematangan early mature sampai peak mature. Sampel batubara pada Graben Tanjung Miring dan sampel batulempung pada Graben Bandar Agung merupakan bagian dari Formasi Talang Akar Bawah yang diendapkan pada lingkungan fluvio-deltaic dibawah kondisi suboksik sampai oksik dan kontribusi dominan dari tumbuhan tingkat tinggi. Sedangkan, sampel batulempung serpih Formasi Talang Akar pada Graben Tanjug Miring diinterpretasikan merupakan bagian dari Formasi Talang Akar Atas yang diendapkan pada lingkungan delta/laut dangkal dibawah kondisi suboksik sampai oksik dengan kontribusi dominan dari alga laut. Jenis material organik pada batuan induk berasosiasi dengan tipe kerogen dan jenis hidrokarbon tertentu yang digenerasikan dari suatu batuan induk, menunjukkan sampel Formasi Talang Akar yang memiliki nilai Indeks Hidrogen (HI) dibawah 200 mg HC/g TOC (kerogen tipe III) berpotensi tinggi untuk menggenerasikan hidrokarbon jenis gas, sedangkan sampel yang memiliki nilai HI lebih tinggi dari 200 mg HC/g TOC hanya dapat meggenerasikan minyak bumi dalam jumlah yang terbatas. Kata kunci: Geokimia organik, Paleodepositional setting, Formasi Talang Akar, Generasi Hidrokarbon

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

geoscience

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan ...